Sabtu, 11 Desember 2010

Gerhana Matahari ( 3 Dari 13 )

Jatuh terpuruk tertantang badai, menghela sepi dengan sendiri
kabut bayang terpancang menang kala sepi kini melenggang
Provokatif? Demonstratif? Siapa tahu?
Sudah seribu tahun dirasa lewat
Tanah berseru "Aku yang terpilih!", menyinggung keyakinan

Masih adakah cahaya yang tersisa? Apakah kita tenggelam selamanya?
Dingin mencaci pikiran, menantang bayang tak berujung
Inikah tanah yang dijanjikan? Inikah asa yang kau berikan?
Meringkuk di pojok ruang bertatahkan kuasa dan bahagia
Gelap semakin pekat, tangan terurai

Mata mereka mungkin tahu segalanya

Kamis, 09 Desember 2010

Gerhana Matahari ( 2 Dari 13 )

Jalan panjang merusak harapan, kelak badan remuk redam
Semakin menjadi semakin sendiri sang cahaya terpuruk
Angkat gerbang menuju tanah suci itu! Kita yang tercerahkan akan masuk!
Yang tercerahkan? Yang terjerumus?
Mimpi bukan hanya sekedar wacana kalau di balik itu semua nyata

Cahaya tertutup seluruhnya, kita semua telanjang di hadapannya
Gundah berangsur menjauh dari jalan panjang menuju harapan
Gerhana matahari. Gerhana  matahari. Gerhana matahari
Masih jauhkah lahan yang dijanjikan, O yang mulia?
Sebelah mata tertutup debu, kegelapan datang bagaikan deru

Mata mereka mungkin tahu segalanya

Rabu, 08 Desember 2010

Gerhana Matahari ( 1 Dari 13 )

Kala pandang terhalang cakrawala, asa terbang dari singgasana
Merajut mimpi, melawan sepi, merengkuh sang pemancar cahaya
Timur jauh lama menunggu yang tak jua bersinggah
Pecah. Tumpah-ruah. Kelak remuk redam
Asa mengghilang ditelan bayang

Datanglah, raihlah, ikutilah
Damai rembulan merayap pelan-pelan menguntit sang surya
Apa yang sebenarnya terjadi? Kapan dia jatuh?
Mencabut kehidupan anak cucu Adam dan Hawa
Dari mana?
Mata mereka tahu segalanya

Kamis, 02 Desember 2010

Corat Coret Di kaki Langit

All and all you are just another brick in the wall - Roger Waters


Bagaimana kalau kita coba istirahat sejenak? Bersantai sedikit dan kabur dari realitas tidak ada salahnya juga kan? Itulah yang penulis rasakan dan mungkin akan tertumpah dalam tulisan kali ini. Penulis(atau mungkin lebih tepatnya pengetik?) sudah lumayan capek mungkin dengan kehidupannya yang dirasa monoton. Sudah bosan dengan terus menerus menggali otak dan mengorek ide 24 jam sehari, 7 jam seminggu. Dan juga karena tiba-tiba muncul ide untuk bersantai.

Penulis mencari-cari jalan yang paling enak dan paling bagus untuk bersantai. Setelah penulis berpikir cukup panjang dan mempertimbangkan ini-itu, akhirnya didapatlah satu jalan yang dirasa paling pas. Penulis mencoba untuk duduk sejenak dan melihat ke luar jendela yang sudah lama sekali tidak penulis buka. Melihat amat sangat jauh ke luar jendela. Lalu penulis bermain tebak-tebakan dengan otaknya sendiri. Bagaimana kalau penulis mengubah realita?


Apa yang sebenarnya dilihat oleh penulis dari jendela? Dia melihat pohon, rerumputan, beberapa orang yang berjalan-jalan, langit yang mendung dan juga beberapa detail-detail lain yang kurang penting.

Kurang penting? Kenapa?

Nah, penulis bingung dengan pikirannya sendiri. Kenapa detail-detail yang dilihatnya bisa secara sadar dimasukkan ke dalam kategori "kurang penting"? Apa karena tidak nyambung dengan pemandangan sekitarnya? Apa karena hal-hal tersebut hanya kebetulan saja terlihat oleh penulis? Apa karena penulis itu sendiri? Penulis lalu berimajinasi. Apa yang terjadi kalau detail-detail yang kurang penting tadi dijadikan Point of Interest dalam pandangannya. Detail tersebut menjadi pohon-pohon, detail tersebut menjadi rerumputan, detail tersebut menjadi orang-orang yang sedang berjalan, detail tersebut menjadi langit yang mendung, detail tersebut menjadi hal yang penting.

Paradoks-kah? Bukankah tadi detail-nya telah bertukar tempat?

Penulis kembali ke kenyataan. Penulis merasa dia sudah cukup beristirahat dan bersantai. Goresan senyum kecil tersungging di bibir penulis. Latihan otak untuk hari ini cukup sampai disini. Penulis memang unik, sama seperti sekitar 6 milyar individu lainnya di dunia ini. Dan menjadi unik adalah kelebihan yang paling disadari penulis.

Ingat dengan sebuah pepatah "being unique doesn't mean that you're useful"?

Mereka yang berpikiran seperti itu harus lebih sering meluangkan waktu untuk bersantai :)

Minggu, 28 November 2010

Manusia-manusia Tanpa Cahaya

Dan kita sekarang sudah berada dalam bab terakhir dari perjalanan kita mencari perlindungan. Perlindungan dari siapa? perlindungan dari apa? tentu saja dari dia yang di atas. dia yang tahu segalanya. dia yang melihat segalanya. dia yang menjadi cahaya dalam kegelapan. dia yang dengan cahayanya itu mengawasi kita. tidak ada privasi, tidak ada sesuatu yang pribadi. segala yang kita punya dan kita tahu adalah milikNya.

kita juga sudah tahu bahwa untuk berlindung dari cahayanya, kita harus mencari bayangan. kita harus mencari kegelapan. kegelapan disini berubah menjadi hal yang ada di pihak kita karena cahayaNya tidak menembus benda yang pada akhirnya membuat bayang. di bayangan itulah kita berlindung.

pertanyaannya adalah: apa kita sudah terlindung dariNya?

apa kita benar-benar ingin terlindung dariNya?

tidak ada yang salah atau benar dalam perjalanan kita kali ini. semua hanyalah sebab dan akibat. jika kita memilih untuk membunuh dan akhirnya kita dihukum, itu bukan hal yang baik juga buruk. jika kita menganggap bahwa dihukum itu hal yang tidak baik, maka membunuh itu salah. jika kita merasa bahwa tidak apa-apa dihukum karena kita merasa hal itu benar, maka membunuh itu benar. perjalanan kita yang telah kita rangkum dalam dua bab sebelumnya adalah perjalanan penuh kebebasan. dan hanya satu hal yang "benar" dalam semua perjalanan dalam hidup kita. hal tersebut adalah kebebasan.

dan dengan ini kita tutup perjalanan kita dengan sebuah pertanyaan.

Mimpi apa yang akan kita kejar selanjutnya?

Semoga perjalanan anda semua menyenangkan. Sampai bertemu lagi dalam perjalanan kita berikutnya.